Absenteeism
Ketidakhadiran yang berulang atau tidak terencana dari pekerjaan melebihi cuti yang disepakati, sering kali menandakan masalah keterlibatan atau kesehatan yang lebih dalam.
Absenteeisme merujuk pada pola berulang ketidakhadiran yang tidak terjadwal yang melampaui cuti normal yang diharapkan. Hari sakit yang terisolasi adalah bagian dari kehidupan kerja; absenteeisme menggambarkan tren yang mengganggu layanan, meningkatkan biaya, dan membebani rekan kerja yang menutupi kekosongan tersebut.
Penyebabnya jarang sederhana. Penyakit kronis, tanggung jawab merawat, moral yang rendah, stres di tempat kerja, dan kurangnya keterlibatan semuanya dapat berkontribusi, sehingga memperlakukan absenteeism semata-mata sebagai masalah disiplin biasanya meleset dari pokok persoalan.
Pemberi kerja menguranginya dengan mengukur secara akurat, mendeteksi pemicu sejak awal, dan mengatasi akar masalah โ dari beban kerja hingga gaya manajemen โ bukan hanya gejalanya.








































