Manajemen Ketidakhadiran
Kebijakan dan proses yang digunakan organisasi untuk mencatat, memantau, dan mengurangi ketidakhadiran karyawan yang tidak terencana.
Manajemen ketidakhadiran mencakup segala hal yang dilakukan pemberi kerja untuk melacak waktu tidak masuk kerja, memahami mengapa hal itu terjadi, dan mendukung orang kembali ke kapasitas penuh. Ini mencakup sakit bersertifikat, sakit singkat yang disertifikasi sendiri, janji temu, dan ketidakhadiran tanpa izin, dan biasanya berada dalam HRIS sehingga pola menjadi terlihat, bukan sekadar anekdotal.
Pendekatan yang matang menyeimbangkan empati dengan konsistensi. Percakapan kembali-bekerja, jalur pelaporan yang jelas, dan titik pemicu (sering diukur dengan Faktor Bradford) membantu manajer bertindak lebih awal dan adil, sementara rujukan kesehatan kerja mendukung kasus jangka panjang yang benar-benar membutuhkan.
Data yang baik adalah fondasinya. Ketika ketidakhadiran dicatat dengan akurat, SDM dapat membedakan masalah kesejahteraan dari masalah kebijakan dan melakukan intervensi secara tepat, melindungi individu sekaligus tim yang lebih luas.








































